Setiap karya yang tumbuh dan bertahan selalu memiliki kisah tentang kebersamaan. Ada tangan-tangan yang bekerja dalam diam, hati yang memberi dengan tulus, serta pribadi-pribadi yang memilih untuk berjalan bersama demi sebuah tujuan yang lebih besar. Semangat kebersamaan inilah yang mewarnai Gathering Mitra Karya SND yang berlangsung selama dua hari di Hotel Nawa, Tawangmangu. Gathering ini mempertemukan para pengurus dan mitra dari empat yayasan yang menjadi bagian dari karya Suster Notre Dame (SND) Provinsi Indonesia, yakni Yayasan Santa Maria, Yayasan Santa Maria Pekalongan, Yayasan Notre Dame Jakarta, dan Yayasan Notre Dame Pekalongan. Sekitar 30 peserta hadir dalam pertemuan yang diselenggarakan oleh Yayasan Notre Dame Pekalongan. Pertemuan ini diisi dengan performance lima anak dari TK Perwita Asih yang merupakan bagian dari karya Pendidikan Santa Maria. Anak-anak mempersembahkan tarian Semut berharap mement berharga ini bisa belajar dari "semut"
Keempat yayasan hadir dengan kekhasan pelayanan masing-masing dalam bidang pendidikan, kesehatan dan sosial. Beragamnya bidang karya justru menjadi kekayaan yang mempertemukan berbagai pengalaman, wawasan, serta tantangan. Dalam suasana kebersamaan, para peserta diajak untuk sejenak berhenti dari kesibukan pelayanan, melihat kembali perjalanan yang telah ditempuh, dan menata langkah untuk masa depan. Salah satu agenda penting dalam gathering ini adalah evaluasi Rencana Strategis (Renstra) masing-masing yayasan. Evaluasi menjadi ruang untuk melihat kembali berbagai program yang telah direncanakan dan dilaksanakan, pencapaian yang telah diraih, tantangan yang masih dihadapi, serta peluang yang dapat dikembangkan. Dari proses tersebut, setiap yayasan diajak untuk semakin peka terhadap kebutuhan zaman dan terus meningkatkan kualitas pelayanan. Lebih dari itu, pertemuan ini menjadi ruang dialog dan perjumpaan. Para peserta berbagi pengalaman, mendengarkan satu sama lain, dan belajar dari perjalanan masing-masing yayasan. Dalam dialog yang terbuka, muncul kesadaran bahwa setiap karya memiliki tantangan, tetapi tidak seorang pun harus berjalan sendirian.
Dalam sambutannya, Sr. M. Robertin, SND menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran seluruh peserta. Secara khusus, beliau mengungkapkan apresiasi kepada para mitra awam, para dokter, para pemerhati serta Rm. CB. Kusmaryanto, SCJ, yang dengan berbagai bentuk dukungan telah turut menopang karya para Suster Notre Dame Provinsi Indonesia. Kemitraan tersebut menunjukkan bahwa karya SND bukanlah karya yang berjalan sendiri, melainkan karya yang bertumbuh melalui kepercayaan, kolaborasi, dan kepedulian bersama.


Dua hari di Tawangmangu akhirnya menjadi lebih dari sekadar sebuah agenda pertemuan. Ia menjadi ruang untuk mempererat relasi, menyegarkan kembali semangat pelayanan, bertukar gagasan, dan meneguhkan komitmen bersama. Dari perjumpaan tersebut, setiap peserta membawa pulang bukan hanya hasil evaluasi, tetapi juga semangat baru untuk terus melangkah. Dari Tawangmangu, satu pesan kembali diteguhkan: karya akan menjadi semakin kuat ketika kita tidak berjalan sendiri. Dengan semangat kebersamaan dan kemitraan, para Suster Notre Dame bersama seluruh mitra karya dipanggil untuk terus menghadirkan pelayanan yang bermutu, manusiawi, dan relevan bagi zaman. Berjalan bersama, berbagi tanggung jawab, dan meneguhkan karya demi menghadirkan kebaikan dan menjadi berkat bagi semakin banyak orang. Soli Deo