KISAH PERJALANAN PARA MUSAFIR
Perjalanan indah sebagai suster tersiat dimulai pada tanggal 21 September 2025 yang dimana kala itu kami berangkat ke India. Pengalaman berharga ini kami (Sr. Helena, Sr. Edmunda dan Sr. Clarisa) mendapatkan kesempatan untuk bergabung bersama lima suster tersiat antara lain: Sr. M. Meena, Sr. M. Wanmin, Sr. M. Sumani, Sr. M. Monica dan Sr. M. Vijaya dari India tepatnya di Bangalore. Suster Mary Sujita adalah pendamping tersiat dalam menjalankan masa tersiat bersama selama tiga bulan.
Sebelum memuali segala program yang telah disiapkan, kami bertiga mendapatkan kesempatan untuk berkunjumg ke Our Lady Of The Assumtion Province Patna. Kami sangat bersyukur untuk mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke berbagai tempat karya para Suster Provinsi Patna antara lain: Jamalpur. Ini adalah karya pertama para suster missionaris dari Amerika kala itu membuka karya Pendidikan, Kesehatan dan Sosial. Selain itu kami juga berkunjung ke Munggir dan Shakepurayang berkarya dibidang pendidikan dan karya sosial bagi anak-anak (khususnya untuk perempuan) yang tidak putus sekolah dan Ibu-ibu yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Setiap pengalaman yang kami lewati adalah pengalaman tentang cinta Tuhan yang tiada batas dan kebaikan Tuhan yang sungguh nyata lewat orang-orang yang kami jumpai terutama lewat karya para suster Provinsi Patna.
Pada tanggal 04 Oktober 2025, kami kambali ke Provinsi Bangalore untuk memulai program-program tersiat bersama kelima suster tersiat India. Program kami antara lain: Dicerment dan Kelas Konstitusi SND yang didampingi secara langsung oleh Suster Mary Sujita, SND. Pengalaman yang sangat menyentuh bagi kami setelah mendalami konsitusi kongregasi tercinta ini, kami merasa semakin jatuh cinta pada Kongregasi Suster-Suster Notre Dame karena kami sadar bahwa konstitusi bukan hanya sekedar atauran tertulis melainkan google map yang menjadi petunjuk untuk mengarahkan pada tujuan perjalanan kami sebagai SND.
Kami juga mengikuti kelas Sejarah Kongregasi bersama Suster Mary Kreepa, SND. Meskipun beliau berusia 84 tahun namun semangat untuk berbagi pengetahuan mendorong kami semakin mendalami sejarah, secara khusus, boleh mengenal setiap Pimpinan Jendral secara detail dan dedikasi para Suster untuk mengembangkan kongregasi selama masa kepemimpinan mereka. Suster Mary Karuna, SND juga membagi pengalaman berharga dan menarik melalui online class tentang Psychosexual.
Semangat doa yang dimiliki oleh para suster baik di Provinsi Patna maupun Provinsi Bangalore menyadarkan kami bahwa segala karya yang disatukan dengan doa akan membuahkan hasil yang sangat berlimpah. Selama menjalankan masa tersiat di India kami sadar bahwa kami semakin jatuh cinta pada adorasi. Yang sebelumnya bagi kami adorasi adalah sesuatu yang wajib untuk dijalankan dan kesannya cukup membosankan namun berbeda halnya ketika kami menjalankan masa tersiat kami merasa bahwa adorasi adalah momen yang sungguh kami nantikan untuk menatap Yesus secara dekat dan intim. Kreatifitas saat berdoa pun membuat kami untuk semangat dan mengalami kehadiran Tuhan yang nyata melalui sesama sehingga doa bukan hanya sebagai sebuah rutinitas melainkan kebutuhan dan bagian dari hidup kami.
Kami mengikuti beberapa program yang diadakan di Sophia High School antara lain: Workers Day, Sports Day, Sophia Karnival Day dan Graduation Day. Keterlibatan dan kerjasama para Mitra SND Bangalore bersama para suster serta para guru sangatlah erat dalam menjalankan setiap program yang tercantum diatas. Sehingga program-program yang dijalankan di sekolah membuat orang tua merasa sangat antusiasdan sangat puas karena setiap program selalu dipersiapkan secara matang.
Kami juga mengalami live in di tiga tempat yang berbeda, Suster Helana ditugaskan di Panti Jompo, Suster Edmunda di Anak-Anak yang Berkebutuhan Khusus dan Suster Clarisa di Rumah Sakit. Pengalaman baru membentuk kami menjadi pribadi yang semakin dewasa untuk melayani dengan total dan tulus.
Kami mengucapkan limpah terima kasih kepada Suster Mary Ann dan Para Dewan jendral, Suster Maria Robertin, Suster Mary Alice, Suster Mary Chetana dan Suster Mary Sujita atas program yang sagat berharga ini, sehingga kami semakin berani untuk mempersembahkan diri kami sebagai SND. Soli Deo