Biara Santo Yosef / Kegiatan / PESTA PERAK SR MARIA LIDWINA
3 Juli 2017

Perayaan syukur serah setia Sr. M. Lidwina SND di komunitas Sto. Yosep

Pada tanggal 17 Juni 2017 hari yang sangat bahagia bagi Sr. M.  Lidwina dan Sr. M. Petra karena tepat pada hari ini 25 tahun yang lalu kedua suster ini mengucapkan janji setia pertama dihadapan Tuhan. Perayaan syukur ini dilaksanakan dalam perayaan Ekaristi yang dipimpin oleh RD. Albertus Tri Kusuma, Pr dan dihadiri oleh pastor paroki dan para suster dari komunitas Rumah Induk Pekalongan.

Perayaan Ekaristi dimeriahkan dengan iringan lagu-lagu indah yang dipandu oleh Sr. M. Irene dan sharing pengalaman dari suster berdua menambah semarak perayaan syukur ini. Dalam sharingnya para suster membagikan pengalaman akan kebaikan Allah yang menyertai perjalanan panggilan dan perutusan mereka selama 25 tahun ini. Banyak suka dan duka, kegagalan dan kekecewaan, pergulatan dan tantangan, senyum, tawa ria dan tangisan silih berganti. Sr. M. Lidwina mensharingkan refleksi panggilannya bahwa semua yang dilakukan selama ini hanyalah untuk Tuhan  dan Suster menutup sharingnya dengan berkata “SOLI DEO” hanya untuk Tuhan saja. Sedangkan suster M. Petra mensharingkan pengalaman Imannya, bahwa ia selalu dipanggil untuk melayani mereka yang sakit, lemah, miskin dan menderita. Ia bahkan belajar banyak hal dari semua orang yang dilayaninya dan ada begitu banyak berkat yang ia terima melalui pelayanan tulus yang dilakukannya.

Sharing pengalaman iman para suster dirangkum oleh RD. Albertus  Tri Kusuma, Pr dengan membagikan refleksi arti kehidupan sebatang pohon pisang. Bahwa pohon pisang mempunyai satu-satunya tujuan hidup yaitu berbuah. Pohon pisang setelah berbuah ia akan mengeluarkan anakan sebagai penggantinya. Ketika belum berbuah kalau ditebas maka ia akan selalu bertunas kembali, akan tetapi ketika ia telah berbuah bukan tunas lagi yang tumbuh tapi anakan baru. Dengan ini Romo mengajak kita untuk selalu menghasilkan buah yang baik yang bisa dinikmati oleh banyak orang. Dan pohon pisang juga tidak pernah hidup sendiri tetapi berumpun atau berkelompok yang melambangkan bahwa kita selalu hidup dalam komunitas dan selalu didukung oleh komunitas.

Perayaan syukur ditutup dengan ramah tamah sederhana yang disediakan sr. M. Anita dan komunitas. Sajian yang dihidangkan bervariasi, selain makanan utama disediakan juga es buah ala biara Santo Yosep dengan variasi susu dan santan. Semua menikmati dengan penuh syukur dan bahagia.

SHARE THIS ON: